Laman

Senin, 08 April 2013

11 Hal Yang Harus Kamu Ingat Sebelum Mengeluh

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri mu. Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

ﻓﺒﺄﻱ ﺍﻻﺀ ﺭﺑﻜﻤﺎ ﺗﻜﺬﺑﺎﻥ
(Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustai ??)

Maka bersyukurlah..
Alhamdulillahi Rabbil’alamiin..

Sebuah Kisah Su’ul Khatimah yg Sangat Menakutkan

Salah seorang pelaut mengisahkan kepadaku sebuah kisah yang pernah terjadi di kapal mereka.

Ia berkata,”Kami berlayar di atas kapal mengitari berbagai negeri untuk mencari rizki.
Pada sebuah perjalanan, kami ditemani oleh seorang pemuda yang shalih, tulus hatinya, baik budi pekertinya. Kami melihat pancaran ketakwaan yang memancar dari wajahnya, cahaya dan keceriaan tergambar pada kehidupannya.
Kami tidak melihatnya kecuali dalam keadaan wudhu, shalat, atau dalam keadaan memberikan nasihat dan arahan. Jika telah datang waktu shalat, dia adzan untuk kami dan shalat memimpin kami.
Jika salah seorang di antara kami tertinggal atau terlambat dia menegur dan menasihatinya. Kami senantiasa dimanjakan dengan nasihat-nasihat­nya sepanjang perjalanan kami.
Lautpun mengantarkan kami menuju sebuah pulau dari kepulauan di India, kemudian kami pun berlabuh di sana. Sudah menjadi kebiasaan para pelaut, menjadikan hari-hari berikutnya sebagai untuk beristirahat, setelah penatnya perjalanan jauh.
Mereka berjalan-jalan di pasar-pasar kota untuk membeli barang-barang asing yang mereka temukan sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan sanak saudara. Kemudian mereka kembali ke kapal di malam hari.

Di antara mereka ada beberapa orang yang terjerumus ke dalam kesesatan. Mereka pergi ke tempat-tempat permainan, mengumbar hawa nafsu ke tempat-tempat hina dan pelacuran.
Sedangkan pemuda shalih tersebut sama sekali tidak turun dari kapal, bahkan dia menghabiskan hari-harinya untuk membenahi kapal dan apa saja yang dibutuhkan untuk diperbaiki. Demikian pula ia sibukkan dirinya dengan berdzikir, membaca al-Qur an dan shalat.
Pada suatu ketika, saat pemuda tersebut sibuk dengan pekerjaannya, tiba-tiba datanglah salah seorang awak kapal yang termasuk orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan melakukan segala perbuatan yang berseberangan dengan amal-amal shalih, dan berakhlak dengan akhlak yang rendah.
Dia berbisik kepadanya seraya berkata,”Wahai sahabatku, kenapa engkau berdiam diri di kapal tidak menyertai kami? Kenapa engkau tidak turun hingga melihat dunia yang bukan duniamu?
Kamu akan melihat apa-apa yang bisa menyenangkan hatimu, dan menggembirakan jiwamu! Aku tidak berkata kepadamu, mari menuju tempat-tempat pelacuran, tidak juga ke tempat-tempat kebinasaan dan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Akan tetapi marilah, lihatlah kepada tempat-tempat permainan ular, bagaimana bermain-main dengan ular, melihat kepada penunggang gajah, bagaimana dia menjadikan belalainya sebagai tangga kemudian dia naik dengan kedua kaki dan tangannya hingga mendirikannya di atas satu kaki.

Lihatlah kepada orang yang berjalan di atas paku, orang yang mengunyah bara api seperti mengunyah huah-buahan, orang yang meminum air laut yang menyegarkannya seperti air tawar menyegarkannya.­ Wahai saudaraku turunlah, dan lihatlah manusia.
Maka jiwa pemuda itupun tergerak rindu terhadap apa yang ia dengar. Maka dia berkata,”Apakah­ yang kamu sebutkan memang di luar sana?’ Maka berkatalah teman yang buruk tersebut: ‘Ya, turunlah, lihatlah apa yang bisa menyenangkanmu’­.
Maka turunlah pemuda shailih tersebut bersama dengan temannya. Keduanya berjalan-jalan di pasar kota dan berbagai sudut jalan hingga masuk ke sebuah jalan kecil yang sempit.
Keduanya sampai di penghujung jalan di depan sebuah rumah kecil. Temannya masuk ke dalam rumah tersebut dan meminta kepada pemuda tadi untuk menunggunya dan berkata,”Sebent­ar lagi aku akan mendatangimu, tetapi kamu jangan mendekat ke rumah itu.”
Duduklah pemuda tersebut jauh dari pintu. Dia habiskan waktunya membaca Qur'an dan berdzikir. Tiba tiba, dia mendengar suara tawa keras terbahak-bahak,­ dan terbukalah pintu yang tadi dimasuki oleh temannya dan keluarlah seorang wanita yang telah melepaskan rasa malu dan menanggalkan akhlaknya.

Sang pemuda tergerak hatinya, diapun mendekat ke pintu dan memasang pendengarannya untuk mengetahui apa yang ada dalam rumah. Tiba-tiba dia mendengar suara yang lain, kemudian dia melihat dari celah-celah pintu, pandangan diikuti dengan pandangan yang lainnya, terus bergantian. Dia melihat sesuatu yang tidak biasa dan belum pernah ia lihat sebelumnya. Kemudian dia kembali ke tempatnya.
Saat temannya keluar, pemuda tersebut segera menemuinya dan berkata: “Apa ini?! Celaka kamu! Ini adalah perkara yang dimurkai Allah, dan tidak Dia ridhai.” Temannya menghardik,‘Dia­mlah, wahai orang buta, wahai orang yang dungu, ini bukan urusanmu.”
Kemudian perawi kisah ini mengatakan: “Maka kamipun kembali ke kapal, di akhir-akhir malam. Sementara sang pemuda terjaga tidak bisa tidur sepanjang malam. Pikirannya sibuk mengurai apa yang telah dilihatnya. Panah setan telah menguasai hatinya, pemandangan tersebut telah menguasai batinnya.
Belum lagi matahari terbit, fajar belum menyingsing tetapi pemuda menjadi orang pertama yang turun dan kapal, dalam benaknya tidak ada maksud lain kecuali hanya melihat-lihat, tidak ada keinginan lain kecuali hanya untuk melihat saja.
Maka pergilah dia ke tempat tersebut, selesai melihat yang ini ia lanjutkan melihat yang itu dan begitu seterusnya melihat dari satu pemandangan ke pemandangan lainnya, hingga akhirnya ia berani membuka pintu dan menghabiskan waktunya di tempat tersebut.

Hari berganti hari, sementara dirinya dalam keadaan demikian.

Nahkoda kapal mencari-carinya­, dan bertanya, ‘Di mana muadzdzin (tukang adzan) kita? Di mana imam shalat kita? Di mana pemuda shalih tersebut?” Tidak ada satu pelautpun yang menjawabnya. Sang nahkoda memerintahkan anak buahnya untuk berpencar mencarinya.
Hingga sampailah kabar kepada sang nahkoda berita tentang pemuda shalih dari orang yang pergi menunjukkannya ke tempat maksiat tersebut.
Sang nahkoda meminta orang itu menghadap, ia memaki dan memarahinya seraya berkata: “Tidakkah kamu bertakwa kepada Allah, dan takut adzabnya? Segera pergi ke sana dan bawa Ia kemari!”.
Maka pergilah dia menuju pemuda tersebut, berulang kali, akan tetapi sia-sia. Orang tidak bisa membawa sang pemuda karena dia menolak dan tidak mau pulang bersama mereka.
Maka tidak ada cara lain, pemimpin kapal akhimya mengutus beberapa orang untuk memaksanya kembali. Merekapun meringkusnya secara paksa, dan membawanya kembali pulang ke kapal,

Perawi kisah ini melanjutkan,“Ka­pal tersebut berlayar kembali menuju ke negeri asalnya. Para pelaut kembali kepada pekerjaan mereka masing-masing, sementara sang pemuda berada di sisi kapal dalam keadaan menangis menyesali nasib, merintih-rintih­ hingga hampir putus urat nadinya karena kerasnya tangisan. Para awak kapal menghidangkan makanan untuknya, namun ia tidak mau memakannya.
Selama beberapa hari demikianlah yang terjadi padanya. Kondisinya semakin memprihatinkan.­ Pada suatu malam, tangis dan rintihannya semakin menjadi-jadi, tidak ada satu orangpun dan awak kapal yang bisa tertidur.
Maka nahkoda kapal mendatanginya dan berkata,“Wahai pemuda, bertakwalah kepada Allah, ada apa denganmu? Sungguh rintihanmu itu mengganggu kami, kami tidak bisa tidur, duhai engkau apa gerangan yang menjadikanmu berubah seperti ini?”
Pemuda itupun menjawab sambil menahan sakit, “Tinggalkan aku sendirian, sungguh aku tidak mengetahui apa yang menimpaku.” Maka berkatalah nahkoda tersebut,‘Apa yang menimpamu?”
Kemudian sang pemuda menyingkap pakaian dan auratnya, ternyata belatung-belatu­ng tengah berjatuhan dari kemaluannya. Bukan main terkejutnya sang Nahkoda, tubuhnya gemetar ketakutan menyaksikan hal itu, ia berkata,”A’udzu­billahi min hadza (Aku berlindung kepada Allah dari yang demikian).” Kemudian ia berdiri meninggalkan pemuda tersebut.
Sesaat sebelum fajar, awak kapal terbangun oleh suara keras yang memanjang, mereka segera berlari berhamburan menuju ke sumber suara dan mereka mendapati pemuda tersebut telah meninggal dalam keadaan menggigit kayu kapal, awak kapal mengucapkan kalimat istirja’ (innalillahi wa innailaihi raji’un) dan berdo’a memohon kepada Allah khusnul khatimah bagi pemuda tensebut.

... Maka jadilah kisah ini sebagai pelajaran bagi orang yang mengambil pelajaran. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah dan tidak ada benteng yang terbaik yang melindungi kita dari nafsu setan kecuali menjauhi fitnah dan tempat fitnah tersebut ...

7 KEAJAIBAN Setelah MENANGIS

Siapa bilang menangis tak ada gunanya? Kelamaan menangis memang bisa bikin mata merah dan bengkak. Tapi jangan salah, menangis dan mengeluarkan air mata ternyata bisa jadi obat ajaib yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Apa saja?

Dikutip dari Beliefnet, ini dia 7 keajaiban yang bisa Anda dapatkan setelah menangis dan berair mata.

1. Membantu penglihatan

Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.

2. Membunuh bakteri

Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri­yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.

3. Meningkatkan mood

Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

4. Mengeluarkan racun

Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang
air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun.
Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya­lewat mata.

5. Mengurangi stres

Bagaimana menangis bisa mengurangi stres? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkapha­lin dan prolactin.
Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyak­­it yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.

6. Membangun komunitas

Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.

7. Melegakan perasaan

Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega.

Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena Anda bisa menangis meledak-ledak.
Jadi, tidak apa-apa kalau Anda menangis sesekali.

2 HARI YANG TAK USAH DI KHAWATIRKAN

Dari tujuh hari dalam seminggu, sebenarnya ada dua hari yang tidak perlu di khawatirkan. Coba tebak, hari apakah itu?
Dua hari yang tak perlu di khawatirkan dalam seminggu adalah hari kemarin dan hari esok.
Siapa yang perlu mengkhawatirkan­ lagi hari kemarin?

⇉ Hari di mana semua kesalahan, kekurangan, kecewa, sakit hati kita alami.
⇉ Hari di mana kita kehilangan seseorang atau sesuatu yang kita sayangi.
⇉ Hari di mana kita merasa menjadi orang yang paling bodoh sedunia.
⇉ Hari di mana kita menyakiti hati orang yang kita cinta.
⇉ Hari di mana kita merenda kebohongan.
⇉ Hari di mana kita berbuat curang pada kekasih hati.
⇉ Hari di mana kita mengalami kegagalan dan penolakan.
⇉ Hari di mana bahkan serupiahpun tak ada di dalam kantong kita.

Tetapi bagaimanapun semua hari itu sudah berlalu. Hari itu sudah usai dan berapapun uang yang kita punya, tak akan bisa dipakai untuk membeli dan mengembalikan masa lalu untuk diperbaiki.

Untuk itulah kita tak perlu berulang kali menoleh ke belakang dan meratapi semua yang telah terjadi.
Dan hari lain yang tak perlu kita khawatirkan lagi adalah hari Besok!
→ Hari di mana kita sangat penasaran akan banyak hal yang belum terjadi. Ya...!!! BELUM TERJADI.

  • → Hari di mana kita tak tahu sampai kapan nafas kita akan berlari, dan jantung   kita akan berhenti berdetak.
  • → Hari di mana mungkin kita berhasil, mungkin juga gagal.
  • → Hari di mana kita mungkin akan bertemu dengan jodoh, atau terus sendirian.

Tetapi mengapa harus kita khawatirkan?
Mengapa harus kita pikirkan kalau hari ini saja masih bisa kita perjuangkan?
Dan jika hari ini adalah kesempatan kita melakukan banyak hal..

-> Lakukan hal² positif yang menggembirakan.
-> Lakukan hal² yang tidak akan kita sesali kemudian.
-> Lakukan hal² yang kita impikan.
-> Lakukan hal² yang membuat orang² tersayang bahagia.

Kemudian kita tak perlu lagi mengkhawatirkan­ hari kemarin dan hari esok.

Selasa, 02 April 2013

Sedikit Kalimat penyejuk jiwa

hidup tak selalu sesuai keinginan
namun percayalah Allah selalu memberikan apa yang kita inginkan
ketika hasil karya kita tidak dihargai
anggap saja itu cobaan yang akan menuntun kita ke masa depan yang indah
ketika hati goyah putus asa dan tak tahu harus bagaimana
kambalikan semuanya kepada Allah